Kamis, 03 Maret 2011

Studi Kasus Manusia dan Penderitaan

  • Penderitaan
Penderitaan berasal dari kata derita, derita berasal dari bahasa sansekerta, dhra yang berarti menahan atau menanggung. Sedangkan menurut kamus besar Bahasa indonesia derita artinya menanggung (merasakan) sesuatu yang tidak menyenangkan. Penderitaan itu dapat lahir atau batin, atau lahir batin.

Penderitan termasuk realitas dunia dan manusia. Itenitas penderitaan bertingkat – tingkat, ada yang berat ada juga yang ringan. Namun, peranan individu juga menentukan berat tidaknya itensitas penderitaan. Suatu peristiwa yang dianggap penderitaan oleh seseorang belum tentu merupakan penderitaan bagi orang lain. Dapat pula suatu penderitaan merupakan energi untuk bengkit bagi seseorang, atau sebagai langkah awal untuk mencapai kenikmatan dan kebahagiaan.
  • Siksaan  
Penderitaan biasanya disebabkan oleh siksaan, Siksaan biasa dirasakan pada badah atau jasmani, dan juga dapat berupa siksaan jiwa atau rohani. 
Masalah siksaan jiwa atau rohani (psikis) yang akan diuraikan dalam Ilmu Budaya Dasar, antara lain :
  • Kebimbangan 
Kebimbangan pasti akan dialami ketika seseorang dihadapkan oleh dua pilihan yang penting yang ia tidak dapat menentukan pilihan yang mana yang akan diambil.
  • Kesepian 
Kesepian dialami seseorang berupa rasa sepi dalam dirinya atau jiwanya, hal ini akan terus ia rasakan walaupun ia dalam lingkungan orang ramai. Ini yang perlu dianalisa pertama kali. Perbedaan antara kesepian dengan kesendirian. Kesepian itu perasaan sepi. Sendirian itu ketika seseorang dalam keadaan sendiri. Kesepian bisa berarti seperti “ayam kelaparan di lumbung padi”. Banyak orang di sekitarnya tetapi tetap merasa sepi. Sedangkan sendirian dalam keadaan sendiri, tetapi tidak merasa sepi.
  •  Ketakutan
Ketakutan (fobia) adalah kecemasan yang luar biasa, terus menerus dan tidak realistis, sebagai respon terhadap keadaan eksternal tertentu.   Fobia adalah rasa ketakutan yang berlebihan pada sesuatu hal atau fenomena. Fobia bisa dikatakan dapat menghambat kehidupan orang yang mengidapnya. Bagi sebagian orang, perasaan takut seorang pengidap Fobia sulit dimengerti.  
  • Kekalutan Mental 
Secara sederhana, kekalutan mental adalah gangguan kejiwaan/psikis akibat ketidakmampuan seseorang dalam mengatasi persoalan hidup yang harus dijalaninya. Sehingga yang bersangkutan bertingkah secara kurang wajar.
Sebab-sebab timbulnya kekalutan mental  yaitu : 
  • Kepribadian yang lemah atau kurang percaya diri sehingga menyebabkan yang bersangkutan merasa rendah diri, ( orang-orang melankolis)
  • Terjadinya konflik sosial – budaya akibat dari adanya norma yang berbeda antara dirinya dengan lingkungan masyarakat.
  • Pemahaman yang salah sehingga memberikan reaksi berlebihan terhadap kehidupan sosial (overacting) dan juga sebaliknya terlalu rendah diri (underacting). 
Gejala permulaan bagi seseorang yang mengalami kekalutan mental adalah :
  • Nampak pada jasmani yang sering merasakan pusing, sesak napas, demam, nyeri pada lambung
  • Nampak pada kejiwaannya dengan rasa cemas, ketakutan, patah hati, apatis, cemburu, mudah marah

Tahap-tahap gangguan kejiwaan adalah :
  •  Gangguan kejiwaan nampak pada gejala-gejala kehidupan si penderita baik jasmana maupun rohani
  •  Usaha mempertahankan diri dengan cara negatif
  •  Kekalutan merupakan titik patah (mental breakdown) dan yang bersangkutan mengalami gangguan
  • Penderitaan & Perjuangan
Setiap manusia pasti mengalami penderiataan, baik berat ataupun ringan. Penderitaan adalah bagian kehidupan manusia yang bersifat kodrati. Karena itu terserah kepada manusai itu sendiri untuk berusaha mengurangi penderitaan itu semaksimal mungkin, bahkan menghindari atau menghilangkan sama sekali. Manusia adalah mahluk berbudaya, dengan budayanya itu ia berusaha mengatasi penderitaan yg mengancam atau dialaminya. Hal ini membuat manusia itu kreatif, baik bagi penderita maupun bagi orang lain yang melihat atau mengamati penderitaan tersebut.


  • Studi Kasus 

VIVAnews - Kematian Jang Ja Yeon sangat menyita perhatian publik Korea Selatan. Maklum saja, artis cantik ini adalah pendatang baru di dunia panggung hiburan negeri Ginseng tersebut. Jang Ja Yeon ditemukan tewas bunuh diri di rumahnya. Tewasnya Jang Ja Yeon itu menjadi pembicaraan bukan karena kematiannya saja yang sangat mengenaskan. Dia juga membawa beberapa nama orang penting dalam bisnis hiburan negara tersebut yang bertanggung jawab atas keputusannya mengakhiri hidupnya dengan jalan bunuh diri.

Jang Ja Yeon menulis alasannya bunuh diri karena adanya eksploitasi dan juga pelecehan seksual yang dialaminya selama berkarir di dunia hiburan negara tersebut.

Dalam tujuh catatan yang dibuat artis yang bermain di serial 'Boys Before Flowers' sebelum dia menghembuskan napas terakhirnya, menceritakan betapa kejamnya dunia hiburan tanah air. Dia diduga dipaksa menjadi budak seks untuk orang-orang kaya di sana demi memuluskan karirnya sebagai artis.

Jang Ja Yeon dikenal setelah kemunculannya sebagai bintang iklan televisi. Pada saat artis cantik itu meninggal dia sebenarnya sedang menunggu rilis dua filmnya. Hampir tujuh juta fans yang membuka websitenya setelah dua hari artis cantik itu meninggal pada 7 Maret 2009 lalu.


Opini :
sebagai makhluk ciptaan Allah SWT kita hendaknya selalu mendekatkan diri padaNya ,agar terhindar dari segala macam penderitaan. mungkin itu jalan terbaik untuk masalah ini, karena penderitaan seperti kekalutan mental ini sebenarnya kita sendiri yang menyebabkan itu semua bisa menimpa diri kita.


dari studi kasus diatas juga dapat diambil kesimpulannya ,kita sebagai mahluk sosial jika sedang mengalami masalah seberat apapun itu setidaknya kita saling share dengan teman mungkin , karena mungkin saja mereka bisa membantu kita. sehingga tidak kejadian seperti kasus bunuh diri seperti diatas.
read more...

Definisi Dari Keindahan dan Manusia

keindahan itu adalah definisi yang menjadi sangat valid bila dan hanya bila terkait kepada sesuatu yg kita tidak miliki, Keindahan hanya sebuah konsep, yang baru bisa dikomunikasikan setelah mempunyai bentuk yng kongkrit
 Keindahan berasal dari kata indah, yang artinya bagus, permai, cantik, dan sebagainya. Benda yang mempunyai sifat indah ialah segala hasil seni, (meskipun tidak semua hasil seni indahl, pemandangari alam (pantai, pegunungan, danau, bunga-bunga di lereng gunung), manusia (wajah, mata, bibir, hidung, rambut, kaki, tubuh), rumah (halaman, peralatan rumah tangga dan sebagainya), suara, warna dan sebagainya. Keindahan adalah identik dengan kebenaran.
Selain itu menurut luasnya dibedakan pengertian:
1. Keindahan dalam arti luas.
Selanjutnya The Liang Gie menjelaskan.bahwa keindahan dalam arti luas mengandung pengertian ide kebaikan.. Jadi pengertian keindahan dalam arti luas bisa dibagi lagi menjadi :
· keindahan seni : keindahan yang berhubungan dengan hasil karya manusia contoh: guci.lukisan dan ukiran
· keindahan alam: keindahan alam berasal Tuhan manusia tidak dapat membuat keindahan alam manusia hanya dapat menjaga keindahan alam agar tetap tarjaga contoh:air terjun,perbukitan,dan pegunungan
· keindahan moral : keindahan yang berhubungan dengan sikap dan kesopanan dalam berprilaku sesorang
· keindahan intelektual.: keindahan yang berhubungan dengan pola dan cara berfikir seseorang dalam menyikapi suatu masalah
2. Keindahan dalam arti estetik murni
Keindahan dalam arti estetik murni menyangkut pengalaman estetik seorang dalam hubungannya dellgan se:gala sesuatu yang diserapnya.
3. Keindahan dalam arti terbatas dalam hubungannya dengan penglihatan.
Keindahan dalam arti lebih sempit bisa diartikan sehingga hanya menyangkut benda-benda yang dapat dilihat dengan penglihatan, yakni berupa keindahan bentuk dan warna. keindahan tersusun dari berbagai keselarasan dan kebalikan dari garis, warna, bentuk, nada, dan kata-kata.
Hal itu berarti, bahwa nilai adalah semata-mata adalah realita psikologi yang harus dibedakan secara tegas dari kegunaan, karena terdapat dalam jiwa manusia dan bukan pada hendaknya itu sendiri. Nilai itu (oleh orang) dianggap terdapat pada suatu benda sampai terbukti letak kebenarannya.
Nilai itu ada yang membedakan antara nilai subyektif dan obyektif, Tetapi penggolongan yang penting ialah:
- Nilai ekstrinsik
Nilai ekstrinsik adalah sifat baik dari suatu benda sebagai alat atau sarana untuk sesuatu hal lainnya (“instrumental! Contributory value”), yakni nilai yang bersifat sebagai alat atau membantu contohnya bentuk puisi yang terdiri dari bahasa, diksi, baris, sajak, irama, itu disebut nilai ekstrinsik
- Nilai intrinsik
Nilai intrinsik adalah sifat baik dari benda yang bersangkutan, atau sebagai suatu tujuan, ataupun demi kepentingan benda itu sendiri. Contohnya : pesan puisi yang ingin disampaikan kepada pembaca melalui (alat benda) puisi itu disebut nilai intrinsik . Pengelompokan-pengelompokan pengerian keindahan
Definisi keindahan menurut para ahli :
1. Keindahan adalah keseluruhan yang merupakan susunan yang teratur dari bagian-bagian yang saling berhubungan satu sarna lain, atau dengan keseluruhan itu sendiri. Atau, beauty is an order of parts in their manual relations and in their relation to the whole (Baumgarten).
2. Yang indah hanyalah yang baik. Jika belum baik ciptaan itu belumlah indah. Keindahan harus dapat memupuk perasaan moral. Jadi ciptaan-ciptaan yang amoral tidak bisa dikatakan indah, karena tidak dapat digunakan untuk memupuk moral (Sulzer).
3. Yang indah adalah yang rnemiliki proporsi yang harmonis. Karena proporsi yang harrnonis itu nyata, maka keindahan itu dapat disamakan dengan kebaikan. Jadi, yang indah adalah nyata dan yang nyata adalah yang baik (Shaftesbury). .
4. Keindahan adalah sesuatu yang dapat mendatangkan rasa senang (Hume).
5. Yang indah adalah yang paling banyak mendatangkan rasa senang, dan itu adalah yang dalam waktu sesingkat-singkatnya paling banyak memberikan pengalaman yang menyenangkan (Hemsterhuis).
Dengan melihat demikian beragamanya pengertian keindahan, dan kita harus percaya bahwa yang di atas itu hanyalah sebagian kecil, boleh jadi akan rnengeeewakan kita yang menuntut adanya satu pengertian yang tunggal tapi yang memuaskan. Namun demikian, dari berbagai pengertian yang ada, sebenarnya, kita bisa menempatkannya dalam kelompok-kelompok pengertian tersendiri, Pengelompokan-pengelompokan yang bisa kita buat adalah sebagai berikut :
1. Pengelompokan pengertian keindahan berdasar pada titik pijak atau landasannya.
Di sini keindahan diartikan sebagai segala sesuatu yang dapat menimbulkan rasa senang pada diri si penikmat dan penghayat (subyek) tanpa dicampuri keinginan-keinginan yang bersifat praktis, atau kebutuhan·kebutuhan pribadi si penghayat.
2. Pengelompokan pengertian keindahan berdasar pada cakupannya.
Dalam pengelmpokan pengertaian keindahan membedakan keindahan berdasarkan cakupannya yaitu antara keindahan sebagai kualitas abstrak dan keindalan sebagai sebuah benda tertentu yang memang indah.
3. Pengelompokan pengertian keindahan berdasar luas-sempitnya.
Dalam pengelompokan ini kita bisa membedakan antara pengertian keindahan dalam arti luas, dalam arti estetik murni, dan dalam arti yang terbatas. Keindahan dalam arti luas, menurut The Liang Gie, mengandung gagasan tentang kebaikan. Untuk ini bisa dilihat misalnya dari pemikiran Plato, yang menyebut adanya watak yang indah dan hukum yang indah: Aristoteles yang melihat keindahan sebagai sesuatu yang baik dan juga menyenangkan
Dari apa yang dikemukakan di atas, ada hal bisa kita petik, yaitu: Pertama, keindahan menyangkut persoalan filsafati, sehingga jawaban terhadap apa itu keindahan sudah barang tentu bisa bermacam-macam. Kedua, keindahan sebagai pengertian mempunyai makna yang relatif, yaitu sangat tergantung kepada subyeknya.
Pengertian keindahan tidak hanya terbatas pada kenikmatan penglihatan semata-mata, tetapi sekaligus kenikmatan spiritual. Itulah sebabnya Al-Ghazali memasukkan nilai-nilai spiritual, moral dan agama sebagai unsur-unsur keindahan, di samping sudah . barang. tentu unsur-unsur yang lain.
Alasan Manusia Mencipta Keindahan
Keindahan itu pada dasamya terbentuk secara alamiah. Semua Alam itu diciptakan oleh Tuhan. Maka dapat diambil kesimpulam bahwa smua keindahan yang dapat kita nikmati selama ini adalah  ciptaan Tuhan. Alamiah itu artinya wajar, tidak herlebihan tidak pula kurang.
Maka keindahan berasal dari kata indah berarti bagus, permai, cantik, molek dan sebagainya. Benda yang mengandung keindahan ialah segala hasil seni dan alam semesta ciptaan Tuhan. Sangat luas kawasan keindahan bagi manusia. Karena itu kapan, di mana, dan siapa saja dapat menikmati keindahan.
Hubungan manusia dan keindahan
manusia memiliki lima komponen yang secara otomatis dimiliki ketika manusia tesebut dilahirkan. Ke-lima komponen tersebut adalah nafsu, akal, hati, ruh, dan sirri (rahasia ilahi). Dengan modal yang telah diberikan kepada manusia itulah (nafsu, akal dan hati) akhirnya manusia tidak dapat dipisahkan dengan sesuatu yang disebut dengan keindahan. Dengan akal, manusia memiliki keinginan-keinginan yang menyenangkan (walaupun hanya untuk dirinya sendiri) dalam ruang renungnya, dengn akal pikiran manusia melakukan kontemplasi komprehensif guna mencari niolai-nilai, makna, manfaat, dan tujuan
dari suatu penciptaan yang endingnya pada kepuasan, dimana kepuasan ini juga merupakan salah satu indikator dari keindahan.
Akal dan budi merupakan kekayaan manusia tidak dirniliki oleh makhluk lain. Oleh akal dan budi manusia memiliki kehendak atau keinginan pada manusia ini tentu saja berbeda dengan “kehendak atau keinginan” pada hewan karena keduanya timbul dari sumber yang berbeda. Kehendak atau keinginan pada manusia bersumber dari akal dan budi, sedangkan kehendak atau keinginan pada hewan bersumber dari naluri.
Sesuai dengan sifat kehidupan yang menjasmani dan merohani, maka kehendak atau keinginan manusia itu pun bersifat demikian. Jumlahnya tak terbatas. Tetapi jika dilihat dari tujuannya, satu hal sudah pasti yakni untukmenciptakan kehidupan yang menyenangkan, yang memuaskan hatinya. Sudah bukan rahasia lagi bahwa “yang mampu menyenangkan atau memuaskan hati setiap manusia itu tidak lain hanyalah sesuatu yang “baik”, yang “indah”. Maka “keindahan pada hakikatnya merupakan dambaan setiap manusia; karena dengan keindahan tu itu manusia merasa nyaman hidupnya. Melalui suasana . keindahan itu perasaan “(ke) manusia (annya)” tidak terganggu.
Dengan adanya keinginan-keinginan tersebut, manusia menggunakan nafsunya untuk mendorong hasrat atau keinginan yang dipikirkan atau direnungkan oleh sang akal tadi agar bisa terrealisasikan. Ditambah lagi dengan anugrah yang diberikan-Nya kepada kita (manusia) yakni berupa hati, dimana dengan hati ini manusia dapat merasakan adanya keindahan, oleh karena itu manusia memiliki sensibilitas esthetis.
Selain itu manusia memang secara hakikat membutuhkan keindahan guna kesempurnaan pribadinya. Tanpa estetika manusia tidak akan sempurna, Karena salah satu unsur dari kehidupan adalah estetika. Sedang manusia adalah mahluk hidup, jadi dia sangat memerlukan estetika ini.
Renungan
Renung berarti diam-diam memikirkan sesuatu atau memikirkan sesuatu atau memikirkan sesuatu dengan dalam-dalam. Renungan adalah hasil merenung. Dalam merenung untuk menciptakan seni dan teori. Diantaranya teori pengungkapan, teori metafisik dan teori psikologik.
read more...

Pengertian Dari Cinta Kasih Terhadap Sesama Manusia

Pengertian Cinta Kasih

Menurut kamus umum bahasa Indonesia karya W.J.S. Poerwadarminta, cinta adalah rasa sangat suka (kepada) atau (rasa) sayang (kepada), ataupun (rasa) sangat kasih atau sangat tertarik hatinya. Sedangkan kata kasih artinya perasaan sayang atau cinta kepada atau menaruh belas kasihan. Dengan demikian arti cinta dan kasih hampir bersamaan, sehingga kata kasih memperkuat rasa cinta, Karena itu cinta kasih dapat diartikan sebagai perasaan suka (sayang) kepada seseorang yang disertai dengan menaruh belas kasihan.

Walaupun cinta kasih mengandung arti hampir bersamaan, namun terdapat perbedaan juga antara keduanya. Cinta lebih mengandung pengertian mendalamnya rasa, sedangkan kasih lebih keluamya; dengan kata lain bersumber dari cinta yang mendalam itulah kasih dapat diwujudkan secara nyata.

Pengertian Kasih Sayang
Kata kasih dan sayang itu mengandung pengertian yang sangat luas. Dan yang pasti setiap insan manusia perlu tahu dan mengerti apa makna kasih sayang yang sebenarnya, sekaligus memilikinya di dalam sanubari. Seseorang akan terlanda kekeringan jiwa jika hidup tanpa memiliki kasih maupun sayang. Apapun yang terjadi, pasti dia akan selalu ingin cintai sekaligus mencintai orang lain. Dari pertama kali lahir di dunia sampai ajal menjemput.
Yang dimaksud dengan kasih dan sayang di sini bukan sekadar hubungan cinta atau asmara antara seorang laiki-laki dan perempuan saja. Namun lebih bersifat universal. Sehingga hal ini bisa terjadi terhadap sahabat, saudara, keluarga dan lain-lain. Dan yang perlu ditekankan adalah, bahwa kasih dan sayang yang tulus itu selalu punya sifat yang ikhlas dan lebih banyak memberi daripada menerima. Kepentingan diri sendiri sering dinomor duakan demi memberi kebahagiaan pada orang yang dikasih dan disayanginya.

Pengertian Belas Kasih
Belas kasih (composian)adalah kebajikan -satu di mana kapasitas emosional empati dan simpati untuk penderitaan orang lain dianggap sebagai bagian dari cinta itu sendiri, dan landasan keterkaitan sosial yang lebih besar dan humanisme-dasar ke tertinggi prinsi-prinsip dalam filsafat, masyarakat, dan kepribadian .
Ada aspek belas kasih yang menganggap dimensi kuantitatif, seperti individu belas kasih yang sering diberi milik  kedalaman,kekuatan atau gairah . Lebih kuat dari empati , merasakan umumnya menimbulkan aktif keinginan untuk meringankan penderitaan orang lain.. Hal ini sering, meskipun tidak pasti, komponen kunci dalam apa yang memanifestasikan dalam konteks sosial .Dalam etika istilah, berbagai ungkapan bawah usia yang disebut Golden Rule mewujudkan oleh implikasi prinsip kasih sayang: untuk orang lain apa yang Anda ingin mereka lakukan untuk Anda

Bentuk Wujud Cinta Kasih
Bentuk wujud cinta kasih manusia kepada penciptanya adalah pengabdian, kesetiaan, ketaatan dan sebagaimana. Sebagaimana keterikatan manusia kepada tuhannya. Sedangkan wujud cinta kasih makhluk hidup kepada sesamanya terbagi atas 3.
Pertama cinta philiayakni seperti cinta kepada saudara, cinta kepada orang tua, cinta kepada teman, cinta kepada sesama.
Yang kedua cinta eros yakni cinta yang menegakkan aspek ragawi (erotis).
Yang ketiga cinta amor yakni cinta yang menekankan aspek psikologis dan emosi.
Unsur cinta adalah keterikatan, keintiman dan kemesraan. Ketiganya menyatu dalam segitiga. Dan menjadi ketergantungan. Ketiga unsur cinta ini sama kuat. Namun jika ketiganya tidak sama-sama kuat akan mengakibatkan cinta yang hambar. Dan ada ketidak seimbangan antara yang satu dengan yang lainnya.
Sedangkan cinta kasih manusia kepada alam atau lingkungannya terwujud dalam bentuk menjaga lingkungan, menciptakan keserasian, keselarasan, keseimbangan dengan alam lingkungan sehingga dapat tercapai kehidupan yang aman dan tentram. Cinta kasih manusia kepada dirinya sendiri terwujud dalam bentuk menjaga dirinya sendiri unsur-unsur yang terdapat dalam cinta adalah simpati seperti kenal, tahu, pengertian, dan perhatian. dan emosi seperti pengorbanan, tanggung jawab, saling menghormati dan kasih sayang. Cinta kasih terjadi apabila perasaan simpati antara 2 subjek saling mengisi dan melengkapi sehingga terjadilah dinamika cinta. Setiap makhluk hidup memerlukan cinta dan kasih. Karena cinta dan kasih merupakan keperluan fundamental setiap makhluk hidup. Tanpa kita sadari dalam diri manusia terdapat cinta kasih. Emosi ini terjadi antara kita dan orang lain bahkan dengan ketidak sengajaan. Bahkan emosi ini juga terjadi antara manusia 1 kepada manusia lainnya yang belum kenal.
read more...

Melihat Kesenian Gandrung Banyuwangi Dari Berbagai Aspek

Pendidikan adalah sebuah sarana paling tepat untuk mengembangkan sebuah nilai akan budaya, orang yang terdidik akan dengan mudah untuk mempelajari sebuah konsep akan budaya. Gandrung, yang merupakan sebuah kesenian yang sudah mendapatkan pengakuan nasional maupun internasional perlu dikenalkan dan dikembangkan di

Gandrung Banyuwangi

lingkup sekolah sebagai upaya menanamkan rasa bangga dan cinta akan budaya local terhadap para siswa. Dengan ini diharapkan akan timbul sebuah rasa dan apresiasi yang tinggi serta membuat ketertarikan akan kesenian gandrung itu sendiri. Ini bisa dilakukan dengan memberikan mata pelajaran muatan local daerah, yakni gandrung sebagai mata pelajaran tambahan atau dengan memberikan ruang waktu agar gandrung bisa dipelajari lewat program ekstra kurikuler diluar jam pelajaran sekolah. Program ekstra kurikuler ini wajib ada di tiap sekolah yang ada di Banyuwangi bahkan tidak menutup kemungkinan juga diterapkan di Perguuruan Tinggi.

Dengan adanya program mata pelajaran dan ektrakurikuler gandrung, maka bukan tidak mungkin kesenian gandrung akan lebih dikenal dan eksistensinya tetap akan terjaga mengingat dunia pendidikan adalah dunia yang tidak akan pernah mati. Adanya sebuah kompetisi berupa perlombaan dan semacamnya tentang gandrung antar sekolah akan menambah minat dan antusias siswa dalam mengenal dan mempelajari gandrung. Sehingga para siswa akan berlomba dan bersaing untuk menjadi penari gandrung terbaik untuk menunjukkan dirinya layak menjadi duta sekolah dalam perlombaan tari gandrung.

Pelestarian Gandrung bisa dilakukan melalui pendidikan di sekolah-sekolah, dengan cara mereduksi Gandrung menjadi salah satu mata pelajaran di sekolah. Guru mata pelajaran seni budaya dapat menyajikan pembelajaran seni Gandrung melalui proses pembelajaran apresiasi seni tradisi melalui seni rupa, seni tari, seni musik, dan seni teater.

Sekolah bisa menyelenggarakan program pentas Gandrung dalam kegiatan di sekolah. Pemerintah dan lembaga yang terkait dapat menyelenggarakan lomba menulis tentang Gandrung, lomba menggambar dan melukis Gandrung, pameran, pergelaran, sarasehan, dan apresiasi Gandrung di sekolah dan di lingkungan masyarakat, serta kegiatan-kegiatan kreatif dan inovatif lain yang bertujuan melestarikan kesenian Gandrung. Akhirnya Gandrung tidak usah dan tidak perlu dibandingkan dengan acara TV yang tidak jelas. Itu kalau kita tidak ingin dikatakan sebagai orang yang mempunyai tingkat apresiasi rendah terhadap kebudayaan dan kesenian kita sendiri.

Dari Segi Ekonomi

Gandrung modern merupakan bentuk gandrung yang sudah berubah bentuk dari kesenian tradisional yang berorientasi kepada tradisi dan adat menjadi gandrung yang berorientasi pada materi atau ekonomi. Hal ini memang wajar mengingat kesenian gandrung juga merupakan tontonan hiburan yang dapat dijadikan tempat rekreasi pikiran. Selain itu, penari gandrung untuk menampilkan kesenian gandrung, kelompok kesenian gandrung memelukan biaya yang tidak sedikit untuk transportasi, pengadaan dan perawatan kostum dan alat musik, sampai biaya makan dan pengganti waktu yang terbuang. Oleh karena itu sudah sepantasnya apabila penampilan kelompok kesenian gandrung harus diganti dengan pamrih dalam bentuk materi.

Ibu Wiwik Sumartin menceritakan bahwa biasanya gandrung tampil diacara hajatan masyarakat desa. Untuk tarif biasanya sebesar Rp.500.000,- yang dibagi untuk semua penari dan pemusik. Tarif sekecil itulah yang dapat dibayar oleh penonton untuk kreatifitas dan loyalitas pelaku kesenian gandrung Banyuwangi. Sudah sepantasnya apabila kemudian kesenian gandrung menjadi kesenian langka dan kelompok gandrung banyak yang bubar. Pada tahun 1990an termasuk sebelum tahun 1990 gandrung merupakan bagian kelompok kesenian gandrung yang dibayar oleh ketua perkumpulan atau kelompok gandrung. Namun dimulai sekitar pertengahan tahun 1997 gandrung banyak tampil sendiri atau sekelompok tari yang nantinya mengajak beberapa pemusik yang nantinya dibayar oleh sang gandrung. Sedangkan perkumpulan atau kelompok kesenian gandrung sudah banyak yang bubar pada tahun 1995 (Wawancara 12 Agustus 2007).

Pada periode tahun 1997 – 2001 kesenian gandrung sedikit diarahkan menuju perusahaan rekaman. Hal ini dimaksudkan agar kesenian gandrung tetap lestari mengingat pada periode ini terjadi dua peristiwa penting di Banyuwangi yaitu :

a. Terjadinya krisis ekonomi berkepanjangan yang menyebabkan hampir tidak ada masyarakat mau mengundang pertunjukan kesenian gandrung karena faktor biaya, padahal kelompok kesenian gandrung sangat membutuhkan materi atau biaya minimal untuk biaya perawatan alat dan kostum. Itupun selain biaya hidup para pemain dan pemusik gandrung sendiri.

b. Terjadinya krisis sosial dengan merebaknya isu santet yang menjadikan gandrung selalu ragu-ragu untuk tampil dalam suatu pergelaran gandrung. Hal ini terkait dengan ijin pihak berwajib yang sangat sulit karena takut jikalau kesenian gandrung nantinya ditumpangi kepentingan golongan-golongan tertentu (Suyanto, 2004 :24).

Secara garis besar perkembangan gandrung dari segi ekonomi tampak dari perubahan pola pembayaran gandrung dari ketua kelompok sentries menjadi gandrung sentries, dimana pada tahun ini gandrung selain sebagai penari juga bertindak sebagai pelaksana pementasan kesenian gandrung. Dengan system ini, para penari gandrung berlomba-lomba untuk menampilkan tari gandrung terbaiknya agar dapat disukai dan diminati masyarakat yang pada akhirnya berujung pada permintaan tampil.

Pendapatan gandrung pada periode 1997 – 2008 sangat merosot tajam. Memang kalau dilihat dari jumlah atau besar tarif gandrung meningkat. Tetapi keadaan masyarakat yang terkena dampak krisis ekonomi dan krisis sosial menjadikan gandrung sangat jarang tampil dan mendapat tawaran menari (Endro Wilis 2002 : 24).

Pola pikir masyarakat yang semakin berkembang sesuai dengan perkembangan jaman dan mengarah ke pola pikir praktis efektif, membawa pengaruh terhadap perkembangan kesenian gandrung. Ketetapan Bupati Banyuwangi yaitu bapak Samsul Hadi yang menjadikan gandrung sebagai maskot Banyuwangi secara garis besar dapat mengangkat status kesenian gandrung menjadi lebih baik. Ibu Wiwik Sumartin selaku penari gandrung menyebutkan bahwa mulai tahun 2002 sampai sekarang kesenian gandrung dapat dijadikan sebagai salah satu mata mencaharian keluarganya karena honor penari gandrung tahun 2002 sampai sekarang mengalami peningkatan hampir empat kali lipat. Sebelum tahun 2002 honornya hanya mencapai limaratus ribuan yang dibagi untuk penari gandrung dan pemusik. Sejak tahun 2002 penari gandrung menari sendiri atau berkelompok dengan mendapatkan honor sebesar delapan ratus ribu sampai satu setengah juta rupiah yang dibagi untuk semua pemain. (Wawancara 12 Agustus 2007). Penari gandrung terob dalam sekali penampilannya mendapatkan bayaran sebesar satu juta rupiah. Rp. 800. 000,- digunakan untuk membayar empat penari gandrung, Rp. 75.000,- digunakan untuk kas dan sisanya digunakan untuk pemusik dan transportasi (Hasan Basri, Wawancara 8 Oktober 2007).

Dari segi perekonomian individu penari gandrung, kesenian gandrung memberikan sumbangan lebih bagi kebutuhan sehari-hari mereka. Namun tahun 2005 sampai 2007 ini kesenian gandrung menjadi sangat jarang tampil. Kalau dalam tahun 2002 – 2004 dalam satu bulan gandrung dapat tampil lima kali sampai tujuh kali tetapi sekarang mulai tahun 2005, dalam sebulan gandrung hanya tampil dua sampai tiga kali (Srintil 12, 2007 : 56).

Dari segi perekonomian umum daerah Banyuwangi, kesenian gandrung kurang memberikan kontribusi yang cukup. Hal ini dikarenakan sebagai bentuk kesenian yang kembali diminati masyarakat sejak tahun 2002, gandrung masih memerlukan waktu untuk mengenalkan kembali tari gandrung bagi masarakat umum. Selain itu program pemasyarakatan gandrung ini justru membutuhkan pembiayaan dari daerah untuk tiap pementasan, utamanya yang dilakukan diluar daerah.

Dalam proyek pembuatan patung gandrung setinggi 18 meter di wilayah Watu Dodol yang membutuhkan dana sebesar 2,5 milyar rupiah misalnya, banyak fraksi dalam DPRD Banyuwangi yang menolak pembangunan patung gandrung karena dinilai sebagai pemborosan. Namun dengan mempertimbangkan aspek pariwisata patung gandrung jadi berdiri (Novi Anoegrajekti, 2007 :72).

Dalam hal ini perlu adanya sebuah upaya bagaimana agar gandrung juga memiliki nilai jual/ekonomis yang tinggi, karena sebuah budaya yang murah menandakan masyarakatnya sama sekali tidak menghargai budaya. Adanya subsidi anggaran pemerintah untuk menopang kelestarian kesenian gandrung akan berdampak signifikan, karena para pemilik gandrung tidak perlu mematok harga yang terlalu tinggi kepada konsumen mengingat sudah ada subsidi dari pemerintah untuk sanggar gandrung tersebut. Bagaimanapun gandrung harus tetap dipertahankan sebagai sebuah budaya dan kesenian local yang memiliki nilai estetis dan profit yang memberikan kepuasan bagi kita semua.

Dari Segi Budaya

Sebagian besar penduduk di Banyuwangi adalah petani dengan luas area persawahan sebesar 66.553 hektar. Hasil utama pertanian di Banyuwangi adalah padi yaitu mencapai 633.169 ton per tahun (Rhitaoni, 2007 :36). Bapak Fatrah Abbal menyebutkan bahwa lingkungan alam pedesaan yang agraris itulah yang melahirkan gandrung Banyuwangi. Hal ini terlepas dari asal-usul gandrung Banyuwangi yang masih membingungkan, sebenarnya kesenian gandrung merupakan suatu wujud tarian terima kasih para masyarakat desa kepada dewi padi atau dewi Sri karena telah melimpahkan hasil panen yang melimpah.

Gandrung inilah yang akhirnya terus berkembang dan menjadi dasar dari semua kesenian daerah asli Banyuwangi. (Wawancara 12 Agustus 2007). Tari gandrung merupakan tari yang berhubungan dengan adapt istiadat yang berhubungan dengan kepercayaan masyarakat. Kepercayaan ini menjadikan gandrung selalu tampil dalam ritual-ritual adapt seperti larungan, petik laut, selamatan dan menerima tamu kabupaten (I Wayan Dibia, 2006 : 257).

Pada jaman dahulu sampai tahun akhir tahun 2001 atau sampai penetapan gandrung sebagai maskot Banyuwangi seorang penari gandrung yang tergabung dalam kelompok kesenian gandrung banyak hidup sendiri dan kurang disukai oleh masyarakat. Citra gandrung di era 60 – 90an masih sangat erat melekat dalam diri gandrung. Dijadikannya gandrung sebagai prostisusi terselubung oleh sekelompok orang semakin menyudutkan posisi gandrung. Selain itu juga banyak penari gandrung yang menjadi simpanan pejabat dari pejabat tingkat desa sampai kabupaten. Noda itulah yang mencemari citra gandrung, padahal tidak semua penari gandrung berbuat buruk (Dedy Luthan, 1990 : 19).

Perkembangan budaya dalam lingkup gandrung pada periode 2002 – 2006 mengarah pada budaya yang praktis dan instant. Hal ini tampak dengan digantinya instrument gandrung asli menjadi keping VCD atau DVD dan hilangnya kepercayaan magis yang dulu berkembang dalam kesenian gandrung.

Menurut Wiwik Sumartin dan Sudarti yang merupakan gandrung senior di Banyuwangi, kesakralan kesenian gandrung dari tahun ketahun semakin memudar. Tari gandrung yang diyakini mempunyai pertalian erat dengan tari seblang Bakungan menjadi tarian biasa yang tidak memerlukan ritual tertentu. Padahal pada jaman dahulu sampai tahun 2000-an seorang penari gandrung apabila mau melakukan suatu pertunjukan maka terlebih dahulu melakukan ritual-ritual khusus seperti, Puasa putih 1 – 3 hari. Nyekar di makam almarhum Semi sebagai pemrakarsa gandrung perempuan pertama. Melakukan ritual ringan yang lain seperti berdoa bersama dan luluran menggunakan syarat-syarat tertentu.

Dimasa sekarang, khususnya semenjak tahun 2004 sampai sekarang ritual-ritual mistis sedikit-demi sedikit mulai dikurangi dan akhirnya ditinggalkan. Seorang penari gandrung sebelum tampil hanya memerlukan merias diri sederhana tanpa ritual-ritual khusus yang mengikat. Hal ini akibat dari perkembangan gandrung kearah modernisasi yang dapat masuk ke sekolah-sekolah dan sanggar-sanggar tari bukan melalui perkumpulan kesenian gandrung.

Gandrung di jaman sekarang marupakan tarian umum yang dapat dipelajari siapa saja dan dimana saja dengan mudah. Hal ini berbeda dengan dahulu dimana gandrung sangat sulit dipelajari. Hal ini dikarenakan selain sema orang tua melarang anaknya menari gandrung juga karena fasilitas yang tersedia untuk belajar gandrung sangat terbatas. Orang hanya dapat belajar menari gandrung di sanggar tari atau kelompok kesenian gandrung dengan peralatan asli yang dibunyikan oleh pemusik gandrung. Kebanyakan pemusik hanya mau menabuh gamelannya dalam pertunjukan saja, bukan untuk melatih tari. Hal ini menjadikan peminat penari gandrung sangat sedikit kalaupun ada peminat gandrung adalah keluarga dekat gandrung atau anaknya. Oleh karena itu kebanyakan pewarisan kesenian gandrung melalui keturunan.

Pada jaman dahulu sampai tahun 2002 seorang penari gandrung yang tergabung dalam kelompok kesenian gandrung banyak hidup sendiri dan kurang disukai oleh masyarakat. Citra gandrung di era 60 – 90an masih sangat erat melekat dalam diri gandrung. Dijadikannya gandrung sebagai prostisusi terselubung oleh sekelompok orang semakin menyudutkan posisi gandrung. Selain itu juga banyak penari gandrung yang menjadi simpanan pejabat dari pejabat tingkat desa sampai kabupaten. Noda itulah yang mencemari citra gandrung, padahal tidak semua penari gandrung berbuat buruk.

Proses pertentangan budaya gandrung dengan budaya islam terjadi dalam berbagai kesempatan. Dalam tahun 1996 sempat terjadi kontak sosial masyarakat yang menolak pembangunan patung gandrung di depan pelabuhan ketapang Banyuwangi tepatnya di sebrang jalan masjid ketapang (Novi Anoegrajekti, 2007 :72). Hal ini membuktikan bahwa agama dan budaya islam sangat bertentangan dengan budaya dan kesenian gandrung. Namun perbedaan pandangan tersebut dapat terselesaikan dengan proses penyelarasan pendapat tentang kesenian gandrung. Hal ini demi kemajuan kesenian daerah yang berdampak juga bagi kemajuan suatu daerah.

Pada periode 2002 – 2006, diskriminasi yang dilakukan masyarakat terhadap penari gandrung menjadi terkikis dan menghilang. Hal ini disebabkan selain adanya pengakuan terhadap kesenian gandrung, juga merupakan dampak dari pergeseran gandrung dari kesenian rakyat menjadi kesenian elit daerah Banyuwangi. Penari gandrung sendiri mengalami perkembangan dimana sebelum tahun 1996 penari gandrung adalah seniman gandrung yang benar-benar penari gandrung sejak kecil, pada periode 1997 – 2002 penari gandrung banyak didominasi pelajar sekolah menengah atas atau kelompok remaja putri, sedangkan pada periode tahun 2002 – 2006 penari gandrung adalah remaja putri yang banyak yang berpendidikan tinggi seperti dari perguruan tinggi dan anak-anak kecil dari sekolah dasar. Kalaupun ada penari gandrung lainnya adalah penari gandrung hasil dari pendidikan gandrung dalam acara meras gandrung yang diadakan tiap tahun.

Pada pemerintahan Ratna Ani Lestari berlangsung proses multikultural yang menekankan pada identitas lokal using yang berdampingan dengan budaya local daerah lain. Hal tersebut tampak dalam parade kesenian dalam peringatan ulang tahun Banyuwangi, dimana gandrung tampil bersama dengan berbagai macam adat dan budaya daerah lain seperti Bali, Madura dan Surabaya serta Ponorogo. Multikultural mempunyai dampak positif bagi perkembangan gandrung karena gandrung dapat belajar dari kesenian daerah lain dalam hal proses pengembangan dan pemasyarakatan gandrung ( Novi Anoegrajekti, 2007 : 38)

Dari Segi Pariwisata

Tahun 1997-2002 merupakan masa transisi kesenian gandrung, dimana kesenian gandrung mencoba mengubah image masyarakat tentang cerita buruk kesenian gandrung tempo dulu. Di masa ini kesenian gandrung Banyuwangi sangat jarang muncul dipublik. Kalaupun ada itupun berada diluar wilayah Banyuwangi. Namun segi budaya, gandrung memberikan banyak masukan bagi kabupaten Banyuwangi. Sebagai kesenian daerah Banyuwangi, gandrung banyak memperkenalkan budaya Banyuwangi lewat berbagai penampilannya di berbagai daerah misalnya :

Pada awal tahun 1997 atau akhir tahun 1996 tari gandrung tampil dalam acara festival tari tradisional di Finlandia. Sekitar enam penari gandrung dan kelompok penabuh gamelannya tampil dan mendapat sambutan yang meriah dari masyarakat dunia termasuk pengamat seni Eropa.

Pada tahun 1998 tari gandrung mendapat undangan untuk mengisi acara ASP (Apresiasi Seni Pertunjukan) Jakarta untuk berkeliling SMU-SMU se-Jakarta sambil menyebarluaskan tarian gandrung. Dalam kesempatan ini gandrung terob mendapatkan peminat yang cukup banyak dari kalangan siswa SMU-SMU di Jakarta. (Belajar Dari Pertunjukan – Majalah Gong : 2005). Siswa-siswi SMU di wilayah Jakarta sangat tertarik mempelajari gandrung daripada kesenian jawa timuran lainnya. Hal ini tidak terlepas dari unsur keindahan, kedamaian dan keluwesan yang terdapat dalam tarian gandrung.

Pada bulan Juli 1998 Gandrung tampil di festifal tari tradisional Indonesia di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta. Lewat festival inilah akhirnya gandrung mulai dikenal oleh masyarakat Indonesia secara luas yang kemudian dilanjutkan dengan menggelar pertunjukan keliling Indonesia walaupun sebatas kota-kota tertentu seperti Surabaya, Surakarta, Denpasar, Yogyakarta dan Semarang.

Pada tahun 2001 tari gandrung dipentaskan dalam Festival Seni Pertunjukan Indonesia di Jakarta dan mendapatkan sambutan yang baik dari kalangan seniman Indonesia dan dunia yang menghadiri festival tersebut. Hal ini membuktikan kalau tarian gandrung yang sempat dikesampingkan di Banyuwangi mempunyai penggemar yang sangat luas.

Dari penampilan gandrung yang cukup banyak di berbagai daerah tersebut merupakan upaya pengenalan budaya Banyuwangi terhadap masyarakat luar Banyuwangi yang nantinya juga sangat menguntungkan gandrung itu sendiri.

Penampilan gandrung di berbagai daerah dan berbagai acara ternyata dapat memikat masyarakat seni Indonesia dan dunia bahwa Banyuwangi juga memiliki obyek pariwisata budaya yang tersendiri dan patut dibanggakan sebagai salah satu produk pariwisata unggulan di Banyuwangi. Penampilan gandrung diberbagai daerah itu sendiri dapat menunjukkan bahwa kota Banyuwangi memiliki kebudayaan dan kesenian tersendiri yang berbeda dengan daerah lainnya terutama dengan pulau bali.

Periode tahun 2002 – 2006 merupakan masa kebangkitan kesenian gandrung. Gandrung yang difasilitasi oleh Pemerintah Daerah Banyuwangi lewat Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Banyuwangi banyak tampil diacara kesenian rakyat diberbagai daerah guna mempopulerkan dan mengenalkan gandrung sebagai kesenian asli Banyuwangi. Pada Periode 2002 – 2006 ini gandrung berkali-kali tampil dalam even kesenian daerah tingkat provinsi, nasional bahkan internasional antara lain.

Pada tanggal 23 Juni 2002 gandrung tampil di Pendopo Taman Budaya Jawa Timur di Surabaya lewat Surabaya Full Music. Dalam kesempatan ini gandrung yang dibawakan oleh grup Labas Wisata (yang berarti perjalanan wisata) dari Banyuwangi mampu membuat semua penonton dan seniman Jawa Timur terhibur. Beberapa penonton yang berasal dari Universitas California, Amerika Serikat sangat menyukai tarian gandrung dan ikut menari menjadi pengibing saat tahap paju gandrung. Hal ini membuktikan kalau tarian gandrung yang sempat dikesampingkan di Banyuwangi mempunyai penggemar yang sangat luas.

Pada bulan agustus tahun 2002 kesenian gandrung tampil di Taman Mini Anjungan Jawa Timur dalam kesenian adat dan tradisi Jawa Timur. Kesenian gandrung merupakan salah satu tari yang paling banyak disukai oleh pengunjung sehingga mulai tahun 2002 sampai sekarang kesenian gandrung selalu ditampilkan dalam acara tahunan tersebut.

Pada tahun 2003 gandrung dibawah asuhan Bapak Zaini tampil di Korea Utara. Pada tanggal 18 Desember 2003 bertepatan dengan hari jadi Banyuwangi, diadakan festifal dan parade kesenian rakyat di alun-alun Banyuwangi. Dalam kesempatan ini ratusan penari gandrung baik yang tua sampai yang muda mengikuti parade ini.

Pada tahun 2005 sanggar Lang-lang Buana menampilan pawai budaya di Istana Negara Jakarta. Sebanyak 25 penari gandrung ditampilkan dalam acara tersebut. Penampilan gandrung di Istana Negara sudah berlangsug selama tiga tahun dari 2005 – 2007 untuk memperingati kemerdekaan Indonesia (Seblang 6, 2007 :26)

Sejak tahun 2005, setiap tanggal 1 September kesenian gandrung mendapat kehormatan untuk tampil dalam acara ulang tahun Jembrana, Bali.

Mulai tahun 2006 sampai tahun 2009 gandrung juga tampil di Osaka Jepang dalam pekan kesenian tradisional se-Asia. Menurut rencana, pergelaran seni Asia yang diadakan tiap tahun dibulan agustus tersebut akan menampilkan tari tardisional dari berbagai Negara di Asia. Untuk Indonesia, gandrung dan beberapa tari tradisional lainnya mendapat giliran tampil tahun 2006 sampai 2009. kesempatan ini dapat dijadikan arena promosi terhadap kesenian gandrung yang nantinya dapat menarik perhatian wisatawan mancanegara khususnya Asia untuk datang mengunjungi Banyuwangi.

Penetapan gandrung sebagai maskot pariwisata Banyuwangi mengakibatkan Banyuwangi sudah mulai dikenal dalam dunia kepariwisataan. Kemajuan bidang pariwisata Banyuwangi ini bahkan sudah dapat dikatakan mampu menyaingi kepariwisataan Nusa Tenggara Timur bahkan pulau Bali. Dengan dikenalnya Banyuwangi dalam dunia Pariwisata maka wisatawan mancanegara yang dulunya hanya mengenal Bali menjadi tertarik untuk singgah di Banyuwangi.

Penetapan gandrung sebagai maskot pariwisata Banyuwangi memang dapat mempopulerkan kesenian gandrung. Penampilan gandrung khususnya gandrung sanggar atau gandrung yang ditampilkan anak muda atau sekolah meningkat pesat, tetapi penampilan gandrung asli atau gandrung terob justru tidak mengalami perubahan. Hal tersebut tampak dari perkembangan organisasi atau kelompok gandrung yang ada di Banyuwangi yang tiap periode mengalami penurunan karena bubar atau menyatu dengan kelompok gandrung lain. Adapun perkembangan jumlah kelompok gandrung sebagai berikut.

Berdasarkan program kerja tahunan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Banyuwangi, sejak tahun 2002 gandrung tampil dalam event bulanan di gelanggang seni dan budaya Blambangan. Selain itu gandrung, khususnya gandrung sanggar selalu tampil dalam acara festival seni pertunjukan di Taman Mini Indonesia Indah yang diselenggarakan satu tahun sekali. Penampilan gandrung diluar negeri juga menjadi salah satu agenda tahunan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Banyuwangi walaupun tidak setiap tahun gandrung tampil di acara luar negeri karena terbentur biaya.

Kesimpulan

Dilihat dari sektor personal, gandrung pada periode 1997 – 2006 mengalami peningkatan. Hal ini dapat terlihat dari tarif yang ditetapkan dan diterima penari gandrung. Dengan tarif yang cukup, seorang penari gandrung dapat mencukupi kebutuhannya disamping dapat mendirikan sanggar tari gandrung. Dilihat dari sektor pendapatan daerah, gandrung masih belum bisa memberikan masukan bagi pemasukan daerah. Hal ini dikarenakan baru pada tahun 2002 gandrung dikenalkan kepada masyarakat luas dan sampai saat ini Pemerintah Daerah Banyuwangi masih dalam tahap mensosialisasikan kesenian gandrung.

Gandrung Banyuwangi membawa dampak positif bagi perkembangan budaya Banyuwangi. Dengan adanya gandrung, maka kesenian lain dapat tercipta. Seperti kesenian tari gandrung sanggar yang merupakan perluasan dari babak jejer dan olah vokal kendang kempul yang merupakan perluasan dari tata cara sinden atau menyanyi gandrung. Gandrung dapat memberikan ciri budaya bagi masyarakat Banyuwangi yang nantinya dapat dijadikan identitas Banyuwangi.

Penetapan gandrung sebagai maskot pariwisata mengakibatkan kegiatan sektor pariwisata di Banyuwangi meningkat. Identitas budaya Banyuwangi lewat gandrung dapat memberikan daya tarik tersendiri bagi bidang pariwisata. Meskipun peningkatannya belum begitu tampak tetapi dalam beberapa tahun kedepan diyakini sektor pariwisata akan terus meningkat

Penetapan gandrung sebagai maskot Banyuwangi ini membawa dampak besar terutama bagi kesenian gandrung itu sendiri. Adapun dampak penetapan gandrung sebagai maskot Banyuwangi adalah :

Bagi kesenian gandrung ketetapan ini membawa dampak positif yaitu berkembangnya kesenian gandrung secara meluas. Artinya masyarakat Banyuwangi khususnya akan lebih menerima adanya kesenian gandrung sehingga memasyarakatkan gandrung di hati masyarakat Banyuwangi menjadi mudah. Ketetapan Bupati ini merubah pandangan minor tentang gandrung sehingga kesenian gandrung tidak lagi menjadi kesenian rakyat malam dan terkesan jalanan tetapi menjadi kesenian rakyat yang dijadikan materi sekolah lewat program ekstrakurikulernya. Bagi warga Banyuwangi ketetapan ini memberikan identitas baru bagi kota Banyuwangi yang merupakan ciri khas yang membedakan Banyuwangi dengan kota lainnya di Indonesia.

Sebagai kesenian asli Banyuwangi, sangat disayangkan apabila kesenian gandrung tenggelam bersama modernisasi jaman. Untuk itulah kini saatnya generasi muda untuk mengembangkan kesenian gandrung agar dapat dikenal, diterima dan diminati oleh khalayak umum.

Jalan pertama yang harus dilakukan oleh warga Banyuwangi adalah mengembangkan dan memberi jalan bagi gandrung untuk berkembang. Kesenian gandrung sekarang sudah mengarah pada dunia pendidikan yang harus dipupuk demi membangun jati diri daerah dan keanekaragaman budaya daerah. Selain itu hendaknya warga Banyuwangi menyadari bahwa kekayaan budaya daerah sangat perlu dikembangkan tanpa melihat perbedaan sehingga kekayaan kebudayaan nasional akan semakin bertambah.
read more...

Jumat, 26 November 2010

Hilangnya Makna Sumpah Pemuda

PADA 28 Oktober 1928 pemuda di Indonesia bersumpah satu jiwa, satu bahasa, bertumpah darah satu Indonesia. Ketika ikrar itu terucap, tak ada lagi kata perbedaan, tak ada lagi sifat dan sikap kedaerahan, kesukuan karena semua melebur menjadi satu yakni Indonesia.

Tiap 28 Oktober bangsa Indonesia memperingatinya sebagai hari bersejarah, tonggak di mana perjuangan pemuda Indonesia dengan persatuannya bersatu untuk memerdekakan diri dari belenggu penjajah.

Perubahan demi perubahan terjadi pada bangsa ini setelah Sumpah Pemuda 1928. Para pemuda berjuang dengan berbagai cara membuang sikap kesukuan dan kedaerahan dengan satu harapan, yakni kemerdekaan Indonesia secara fisik dari penjajah.

Sangat disayangkan, peringatan sumpah pemuda tiap 28 Oktober terasa sia - sia dan hampa makna. Perjuangan pemuda Indonesia seperti berkurang dengan sikap doyan hura - hura para pemudanya.

Hanya sebagian kecil pemuda yang memikirkan nasib bangsanya. Pemuda dari kalangan mahasiswa dan pelajar berubah sangar dengan berbagai aksi demo anarkistis karena ketidakpuasan terhadap pemerintahan. Tawuran pelajar hanya karena masalah kecil.

Dapat dimaklumi, semua itu karena hilangnya rasa cinta Indonesia di jiwa dan hati pemuda Indonesia. Hanya sedikit yang mampu mendalami dan memaknai cinta kepada Indonesia. Yang lainnya tergerus perubahan akibat pengaruh globalisasi dan mabuk dalam lingkaran kesenangan pribadi.

Sungguh disayangkan, pergerakan pemuda yang berpikir demi kepentingan bangsa lebih sedikit daripada pergerakan pemuda yang suka hura - hura, ngumpul di jalan untuk kesenangan, nongkrong dan mabuk dengan pergaulan bebas.

Pemuda Indonesia adalah penerus kepemimpinan bangsa ini menuju perubahan. Apa jadinya jika pemuda kita bersikap acuh terhadap nasib bangsanya. Bersikap masa bodoh terhadap bangsanya sendiri merupakan titik awal dari kehancuran bangsa dan negara ini.

Sudah saatnya kita kembali di era sumpah pemuda dan menyingkirkan sikap mementingkan kepentingan pribadi. Tak ada gunanya mementingkan hawa nafsu pribadi untuk berhura - hura, karena hanya akan membuat kita terlena. Jangan sampai pemuda Indonesia hanya mudah berteori tanpa praktik yang jelas.

Satukan diri dengan semangat sumpah pemuda adalah ujung tombak untuk memajukan bangsa ini. Gelora pemuda sebagai agen perubahan harus diimplementasikan dengan baik dan sesuai dengan kode etik pemuda bangsa ini.

Belajar dengan giat, memberikan sikap kritis dan memberi solusi dan bersatu melindungi harkat dan martabat bangsa serta bersatu memperjuangkan nasib kaum tertindas, termarginalkan dan kaum yang tidak mendapatkan ketidakadilan. Semua untuk Indonesia yang lebih baik menuju cita - cita bangsa yang mulia yakni kemakmuran dan kesejateraan rakyat.

Mari kita bersama - sama membuang ego pribadi dan menyatukan hati demi bangsa dan negara ini. Jangan sampai peringatan tiap 28 Oktober hanya menjadi sebuah acara seremonial belaka. Hanya diikrarkan tanpa sebuah praktek yang jelas dalam kehidupan nyata.

Jangan sampai kita kembali di era kebodohan pada masa lalu. Jangan sampai terlena dengan perkembangan global, lupa akan nasib bangsa. Jangan pikirkan apa yang engkau dapatkan dari bangsamu, tapi pikirkan apa yang dapat kau beri untuk bangsamu.

Sumber
http://www.banjarmasinpost.co.id/read/artikel/2010/10/28/61092/hilangnya-makna-sumpah-pemuda
read more...

Selasa, 19 Oktober 2010

Kaitannya antara Agama dan Masyarakat

Gambar Agama2 yang ada di Seluruh Dunia
Kaitan agama dengan masyarakat banyak dibuktikan oleh pengetahuan agama yang meliputi penulisan sejarah dan figur nabi dalam mengubah kehidupan sosial, argumentasi rasional tentang arti dan hakikat kehidupan, tentang Tuhan dan kesadaran akan maut menimbulkan relegi, dan sila Ketuhanan Yang Maha Esa sampai pada pengalaman agamanya para tasauf.
Bukti di atas sampai pada pendapat bahwa agama merupakan tempat mencari makna hidup yang final dan ultimate. Kemudian, pada urutannya agama yang diyakininya merupakan sumber motivasi tindakan individu dalam hubungan sosialnya, dan kembali kepada konsep hubungan agama dengan masyarakat, di mana pengalaman keagamaan akan terefleksikan pada tindakan sosial, dan individu dengan masyarakat seharusnyalah tidak bersifat antagonis.

Membicarakan peranan agama dalam kehidupan sosial menyangkut dua hal yang sudah tentu hubungannya erat, memiliki aspek-aspek yang terpelihara. Yaitu pengaruh dari cita-cita agama dan etika agama dalam kehidupan individu dari kelas sosial dan grup sosial, perseorangan dan kolektivitas, dan mencakup kebiasaan dan cara semua unsur asing agama diwarnainya. Yang lainnya juga menyangkut organisasi dan fungsi dari lembaga agama sehingga agama dan masyarakat itu berwujud kolektivitas ekspresi nilai-nilai kemanusiaan, yang mempunyai seperangkat arti mencakup perilaku sebagai pegangan individu (way of life) dengan kepercayaan dan taat kepada agamanya. Agama sebagai suatu sistem mencakup individu dan masyarakat, seperti adanya emosi keagamaan, keyakinan terhadap sifat faham, ritus, dan upacara, serta umat atau kesatuan sosial yang terikat terhadap agamanya. Agama dan masyarakat dapat pula diwujudkan dalam sistem simbol yang memantapkan peranan dan motivasi manusianya, kemudian terstrukturnya mengenai hukum dan ketentuan yang berlaku umum, seperti banyaknya pendapat agama tentang kehidupan dunia seperti masalah keluarga, bernegara, konsumsi, produksi, hari libur, prinsip waris, dan sebagainya.

Peraturan agama dalam masyarakat penuh dengan hidup, menekankan pada hal-hal yangnormatif atau menunjuk kepada hal-hal yang sebaiknya dan seharusnya dilakukan.
Karena latar belakang sosial yang berbeda dari masyarakat agama, maka masyarakat akan memiliki sikap dan nilai yang berbeda pula. Kebutuhan dan pandangan kelompok terhadap prinsip keagamaan berbeda-beda, kadang kala kepentingannya dapat tercermin atau tidak sama sekali. Karena itu kebhinekaan kelompok dalam masyarakat akan mencerminkan perbedaan jenis kebutuhan keagamaan. Timbul hubungan dua arah, tidak hanya kondisi sosial solo yang menyebabkan lahir dan menyebarnya ide serta nilai-nilai, tetapi bila ide dan nilai itu telah terlembaga, maka akan mempengaruhi tindakan manusia. Karena itu perlu mempelajari pengaruh struktur sosial terhadap agama, dan juga perlu mempelajari pengaruh agama terhadap struktur sosial.

Dalam proses sosial, hubungan nilai dan tujuan masyarakat relatif harus stabil dalam setiap momen. Bila terjadi perubahan dan pergantingan bentuk sosial serta kultural, hancurnya bentuk sosial dan kultural lama, masyarakat dipengaruhi oleh berbagai perubahan sosial. Setiap kelompok berbeda dalam kepekaan agama dan cara merasakan titik kritisnya. Dalam kepekaan agama berbeda tentang makna, dan masing-masing kelompok akan menafsirkan sesuai dengan kondisi yang dihadapinya. Demikian pula berbeda tingkatan merasakan "titik kritis" dalam ketidak pastian, ketidak budayaan, dan kelangkaan untuk masing-masing kelompok.
Salah satu kasus akibat tidak terlembaganya agama adalah "anomi", yaitu keadaan disorganisasi sosial di mana bentuk sosial dan kultur yang telah mapan menjadi ambruk. Hal ini, pertama, disebabkan oleh hilangnya solidaritas apabila kelompok lama di mana individu merasa aman dan responsif dengan kelompok tersebut cenderung ambruk. Kedua, hilangnya konsensus atau tumbangnya persetujuan terhadap nilai-nilai dan norma (bersumber dari agama) yang memberikan arah dan makna bagi kehidupan kelompok.

Di samping ada gerakan yang menawarkan nilai-nilai dan solidaritas baru, ada juga tampil pola-pola sosial untuk mencari jalan keluar dari pengalaman yang mengecewakan anomi, menentang sumber yang nyata dan mencoba mengambil upaya pelarian yang telah disediakan oleh situasi, seperti narkotika, alkohol, kelompok hippies, komunikasi nonverbgal, dan upaya pelarian lainnya. Keadaan demikian menimbulkan rangsangan dan kepekaan kelompok agama untuk mempermasalahkan masyarakat dan mendapatkan makna baru berupa gerakan menawarkan nilai dan solidaritas baru yang bersifat keagamaan meskipun, dalam kenyataannya, kaitan agama dengan masyarakat dapat merupakan daya penyatu (sentripetal) atau mungkin berupa daya pemecah (sentrifugal).

Dalam pandangan sosiologi, perhatian utama terhadap agama adalah pada fungsinya terhadap masyarakat. Istilah fungsi seperti kita ketahui, menunjuk kepada sumbangan yang diberikan agama, atau lembaga sosial yang lain, untuk mempertahankan (keutuhan) masyarakat sebagai usaha-usaha yang aktif dan berjalan terus-menerus. Dengan demikian perhatian kita adalah peranan yang telah ada dan yang masih dimainkan. Emile Durkheim sebagai sosiolog besar telah memberikan gambaran tentang fungsi agama dalam masyarakat. Dia berkesimpulan bahwa sarana-sarana keagamaan adalah lambang-lambang masyarakat, kesakralan bersumber pada kekuatan yang dinyatakan berlaku oleh masyarakat secara keseluruhan bagi setiap anggotanya, dan fungsinya adalah mempertahankan dan memperkuat rasa solidaritas dan kewajiban sosial.
 
Agama telah dicirikan sebagai pemersatu aspirasi manusia yang paling sublime; sebagai sejumlah besar moralitas, sumber tatanan masyarakat dan perdamaian batin individu; sebagai sesuatu yang memuliakan dan yang membuat manusia beradab. Sebenarnya lembaga keagamaan adalah menyangkut hal yang mengandung arti penting tertentu, menyangkut masalah aspek kehidupan manusia, yang dalam transendensinya, mencakup sesuatu yang mempunyai arti penting dan menonjol bagi manusia. Bahkan sejarah menunjukkan bahwa lembaga-lembaga keagamaan merupakan bentuk asosiasi manusia yang paling mungkin untuk terus bertahan. 
 
Referensi :
http://dimazmarham.blogspot.com/2009/12/agama-dan-masyarakat-k-aitan-agama.html
read more...

Apa sih Hak dan Kewajiban Warga Negara

Garuda Indonesia Lambang Kebanggan Bangsa Indonesia
Negara sebagai suatu entitas adalah abstrak, yang tampak adalah unsur-unsur negara yang berupa rakyat, wilayah, dan pemerintah. Salah satu unsur negara adalah rakyat. Rakyat yang tinggal diwilayah negara menjadi penduduk negara yang bersangkutan. Warga negara adalah bagian dari penduduk suatu negara. Warga negara memiliki hubungan ndengan negaranya. Kedudukannya sebagai warga negara menciptakan hubungan berupa peranan, hak dan kewajiban yang bersifat timbal balik.

Kewarganegaraan memiliki keanggotaan yang menunjukkan hubungan atau ikatan anatara negara dengan warga negara. Kewarganegaraan adalah segala hal ihlawal yang berhubungan dengan negara.

Pengertian kewarganegaraan dibedakan menjadi dua, yaitu :

a. Kewarganegaraan dalam arti Yuridis
Kewarganegaraan dalam arti yuridis ditandai dengan adanya ikatan hukum antara orang –orang dengan negara. Adanya ikatan hukum itu menimbulkan akibat-akibat hukum tertentu, yaitu orang tersebut berada dibawah kekuasaan negara yang bersangkutan. Tanda dari adanya ikatan hukum , misalanya akta kelahiran, surat pernyataan, bukti kewarganegaraan, dsb.

b. Kewarganegaraan dalam arti Sosiologis
Kewarganegaraan dalam arti sosilogis tidak ditandai dengan ikatan hukum. Tetapi ikatan emosional, seperti ikatan perasaan, ikatan keturunan, ikatan nasib, ikatan sejarah, dan ikatan tanah air. Dengan kata lain, ikatan ini lahir dari penghayatan warga negara bersangkutan.

Kedudukan Warga Negara Dalam Negara

Penentuan Warga Negara

Siapa saja yang dapat menjadi warga negara dar suatu negara? Setiap negara berdaulat berwenang menentukan siapa-siapa yang menjadi warga negara. Dalam menentukan kewarganegaraan seseorang, dikenal dengan adanya asas kewarganegaraan berdasarkan kelahiran dan asas kewaraganegaraan berdasarkan perkawinan.
Dalam penentuan kewarganegaraan didasarkan kepada sisikelahiran dikenal dua asas yaitu asas ius soli dan ius sanguinis . Ius artinya hukum atau dalil. Soli berasal dari kata solum yang artinya negari atau tanah. Sanguinis berasal dari kata sanguis yang artinya darah.

a. Asas Ius Soli
Asas yang menyatakan bahawa kewarganegaraan seseorang ditentukan dari tempat dimana orang tersebut dilahirkan.

b. Asas Ius Sanguinis
Asas yang mennyatakan bahwa kewarganegaraan sesorang ditentukan beradasarkan keturunan dari orang tersebut.

Selain dari sisi kelahiran, penentuan kewarganegaraan dapat didasarkan pada aspek perkawinan yang mencakup asas kesatuan hukum dan asas persamaan derajat :

a. Asas persamaan hukum didasarkan pandangan bahwa suami istri adalah suatu ikatan yang tidak terpecahkan sebagai inti dari masyarakat. Dalam menyelenggarakan kehidupan bersama, suami istri perlu mencerminkan suatu kesatuan yang bulat termasuk dalam masalah kewarganegaraan. Berdasarkan asas ini diusahakan ststus kewarganegaraan suami dan istri adalah sama dan satu.

b. Asas persamaan derajat berasumsi bahwa suatu perkawinan tidak menyebabkan perubahan status kewarganegaaraan suami atau istri. Keduanya memiliki hak yang sama untuk menentukan sendiri kewarganegaraan. Jadi mereka dapat berbeda kewarganegaraan seperti halnya ketika belum berkeluarga.

Negara memiliki wewenang untuk menentukan warga negara sesuai dengan asas yang dianut negara tersebut. Dengan adanya kedaulatan ini, pada dasarnya suatu negara tidak terikat oleh negara lain dalam menentukan kewarganegaraan. Negara lain juga tidak bolej menentukan siapa saja yang menjadi warga negara dari suatu negara.

Penentuan kewarganegaraan yang berbeda-beda oleh setiap negara dapat menciptakan problem kewarganegaraan bagi seorang warga. Secara ringkas problem kewarganegaraan adalah munculnya apatride dan bipatride. Appatride adalah istilah untuk orang-orang yang tidak memiliki kewarganegaraan. Bipatride adalah istilah untuk orang-orang yang memiliki kewarganegaraan ganda (rangkap dua). Bahkan dapat muncul multipatride yaitu istilah untuk orang-orang yang memiliki kewarganegaraan yang banyak (lebih dari 2)

Warga Negara Indonesia

Negara Indonesia telah menentukan siapa-siapa yang menjadi warga negara . ketentuan tersebut tercantum dalam pasal 26 UUD 1945 sebagai berikut :

1. Yang menjadi warga negara ialah orang-orang Indonesia asli dan orang-orang bangsa lain yang disahkan undang-undang sebagai warga negara
2. Penduduk ialah waraga negara Indonesia dan orang asing yang bertempat tinggal di Indonesia
3. Hal-hal mengenai warga negara dan penduduk diatur dengan undang-undang

Beradasarkan hal diatas , kita mengetahui bahwa orang yang dapat menjadi warga negara Indonesia adalah :
a. Orang-orang bangsa Indonesia asli
b. Orang-orang bangsa lain yang disahkan dengan undang-undang menjadi warga negara
Adapun Undang-Undang yang mengatur tentang warga negara adalah Undang-Undang No.12 Tahun 2006 tentang Kewarganegaraan Republik Indonesia.

Manohara juga warga negara Indonesia yang harus dilindungi
Pewarganegaraan adalah tatacara bagi orang asing untuk memperoleh kewarganegaraan Republik Indonesia melalui permohonan . Dalam Undang-Undang dinyatakan bahwa kewarganegaraan Republik Indonesia dapat juga diperoleh memalului pewarganegaraan.

Permohonan pewarganegaraan dapat diajukan oleh pemohon jika memenuhi persyaratan sebagai berikut :
1. Telah berusia 18(delapan belas) tahun atau sudah kawin
2. Pada waktu mengajukan permohonan sudah bertempat tinggal di wilayah negara Republik Indonesia paling singkat 5 (lima)tahun berturut-turut atau paling singkat 10 (sepuluh) tahun tidak berturut-turut
3. Sehat jasmani dan rohani
4. Dapat berbahasa Indonesia serta mengakui dasar negara Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945
5. Tidak pernah dijatuhi pidana karena melakukan tindak pidana yang diancam dengan pidana penjara 1 (satu) tahun
6. Jika dengan memperoleh kewarganegaraan Indonesia, tidak menjadi kewarganegaraan ganda
7. Mempunyai pekerjaan dan/atau berpenghasilan tetap
8. Membayar uang pewarganegaraan ke Kas Negara

Hilangnya Kewarganegaraan Indonesia

Memperoleh kewarganegaraan lain atas kemauannya sendiri.
Tidak menolak atau melepaskan kewarganegaraan lain, sedangkan orang yang bersangkutan mendapat kesempatan untuk itu.
Dinyatakan hilang kewarganegaraan oleh Presiden atas permohonannya sendiri , yang bersangkutan sudah berusia 18 tahun atau sudah kawin, bertempat tinggal di luar negeri dan dengan dinyatakan hilang kewarganegaraan Republik Indonesia tidak menjadi tanpa kewarganegaraan
Masuk dalam dinas tentara asing tanpa izin terlebih dahulu dari Presiden
Secara sukarela masuk dalam dinas negara asing, yang jabatan dalam dinas semacam itu di Indonesia sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undngan hanya dapat dijabat oleh warga negara Indonesia
Secara sukarela mengangkat sumpah atau menyatakan janji setia kepada negara asing atau bagian dari negara asing tersebut

Tidak diwajibkan tapi turut serta dalam pemilihan sesuatu yangbersifat ketatanegaraan untuk suatu negara asing
Mempunyai paspor atau surat yang bersifat paspor dari negara asing atau surat yang dapat diartikan sebagai tanda kewarganegaraan yang masih berlaku dari negara lain atas namanya.
Bertempat tinggal diluar wilayah negara republic Indonesia selama 5 (liama0 tahun berturut-turut bukan dalam rangaka dinas negara, tanpa alas an yang sah dan dengan sngaja tidak menyatakan keinginannya untuk tetap menjadi Warga Negara Indonedia sebelum jangka waktu 5(liama) tahun itu berakhir dan setiap 5 (lima) tahun berikutnya yang bersangkutan tidak mengajukan pernytaaan ingin tetap menjadi warga Negara Indonesia kepada perwakilan RI yang wilayah kerjanya meliputi tempat tinggal yang bersangkutan padahal perwakilan RItersebut telah memberitahukan secara tertulis kepada yang bersangkutan tidak menjadi tanpa kewarganegaraan.

Perempuan warganegara Indonesia yang kawin dengan laki-laki warga asing kehilangan kewarganegaraan RI jika menurut hukum negara asal suaminya, kewarganegaraan istri mengikuti kewarganegaraan suami sebagai akibat perkawinan tersebut.

Laki-laki warganegara Indonesia yang kawin dengan perempuan warga asing kehilangan kewarganegaraan RI jika menurut hukum negara asal istrinya, kewarganegaraan suami mengikuti kewarganegaraan istri sebagai akibat perkawinan tersebut. Atau jika ingintetap menjadi warga negara RI dapat mengajukan surat pernyaataan menganai keinginannya kepada pejabat atau perwakilan RI yang wilayahnya meliputi tempat tinggal perempuan atau laki-laki tersebut , kecuali pengajuan tersebut mengakibatkan kewarganegaraan ganda. Surat pernyataan dapat diajukan oleh perempuan setelah 3(tiga) tahun sejak tanggal perkawinannya berlangsung.

Setiap orang yang memperoleh kewarganegaraan RI berdasarkan keterangan yang kemudian hari dinyatakan palsu atau dipalsukan, tidak benar, atau terjadi kekeliruan mengenai orangnya oleh instansi yang berwenang, dinyatakan batal kewarganegaraannya. Menteri mengumumkan nama orang yang kehilangan Kewarganegaraan RI dalam Berita Negara Republik Indonesia

Asas-asas yang dipakai dalam Undang-Undang No.12 Tahun 2006 tentang Kewarganegaraan Republik Indonesia meliputi :

a. Asas Ius Sanguinis, yiatu asas yang menentukan kewarganegaraan seseorang berdasarakan keturunan bukan negara tempat kelahiran
b. Asas Ius Soli scera terbatas, yaitu asas yang menentukan kewarganegaraan berdasarakan negara tempat kelahiran, yang diperuntukkan terbatas bagi anak-anak sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam undang-undang.
c. Asas kewarganegaraan tunggal, yaitu asas yang menentukan satu kewarganegaraan bagi setiap
d. Asas kewaraganegaraan ganda terbatas, yaitu asas yang menentukan kewarganegaraan ganda bagi anak-anak sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam undang-undang ini.

Hak dan Kewajiban waraga Negara Indonesia

Wujud hubungan Warga Negara dan Negara
Wujud hubungan anatara warga negara dengan negara adalah pada umumnya adalah berupa peranan(role). Peranan pada dasarnya adalah tugas apa yang dilakukan sesuaidengan status yang dimiliki, dalam hal ini sebagai warga negara. 

Hak dan kewajiban warga negara Indonesia tercantum dalam Pasal 27 sampai pasal 34 UUD 1945. Bebarapa hak warga negara Indonesia antara lain sebagai berikut :

a. Hak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak.
b. Hak membela negara
c. Hak berpendapat
d. Hak kemerdekaan memeluk agama
e. Hak mendapatkan pengajaran
f. Hak utuk mengembangkan dan memajukan kebudayaan nasional Indonesia
g. Hak ekonomi untuk mendapat kan kesejahteraan sosial
h. Hak mendapatkan jaminan keadilan sosial

Sedangkan kewajiban warga negara Indonesia terhadap negara Indonesia adalah :
a. Kewajiban mentaati hukum dan pemerintahan
b. Kewajiban membela negara
c. Kewajiban dalam upaya pertahanan negara

Selain itu ditentuakan pula hak dan kewajiban negara terhadapwarganegara. Hak dan kewajiban negara terhadap warga negara pada dasarnya merupakan hak dan kewajiban warga negara terhadap negara. Beberapa ketentuan tersebut, anatara lain sebagai berikut :

a. Hak negara untuk ditaati hukum dan pemerintah
b. Hak negara untuk dibela
c. Hak negara untuk menguasai bumi, air , dan kekayaan untuk kepentingan rakyat
d. Kewajiban negara untuk menajamin sistem hukum yang adil
e. Kewajiban negara untuk menjamin hak asasi warga negara
f. Kewajiban negara mengembangkan sistem pendidikan nasional untuk rakyat
g. Kewajiban negara memberi jaminan sosial
h. Kewajiban negara memberi kebebasan beribadah Secara garis besar, hak dan kewajiban warga negara yang telah tertuang dalam UUD 1945 mencakup berbagai bidang . Bidang –bidang ini antara lain, Bidang politik dan pemerintahan, sosial, keagamaan, pendidikan, ekonomi, dan pertahanan.

Referensi :
http://gendoetblog.blogspot.com/2009/04/hak-dan-kewajiban-warga-negara_02.html
read more...